Jumat, 20 Januari 2023

LK 3.1 Menyusun Best Practices - Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik Mengonstuksikan Teks Laporan Hasil Observasi Dengan Model Project Based Learning - X TKR 2 SMKN 1 Krangkeng Indramayu

 















LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMKN 1 Krangkeng Indramayu

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan kemampuan peserta didik mengonstuksikan teks laporan hasil observasi dengan model project based learning.

Penulis

Kukuh Dwi Lukito

Tanggal

10 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab Anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah:

Kondisi yang menjadi latar belakang praktik ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal:

1.    Motivasi belajar peserta didik rendah pada pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi.

2.    Penalaran peserta didik rendah dalam mengeksplorasi ide dan gagasan pada materi mengonstruksikan teks laporan hasil observasi.

3.    Peserta didik tidak mampu menganalisis, mempresentasikan, menyajikan, membuat, dan mempraktikkan materi pembelajaran.

4.    Peserta didik tidak mampu menyelesaikan tugas pada jangka waktu yang telah ditetapkan oleh guru.

5.    Peserta didik tidak mampu berbicara pada saat presentasi di depan  kelas.

 

Faktor eksternal:

6.    Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran.

7.    Guru tidak menggunakan media pembelajaran untuk meningkatkan konstentrasi belajar peserta didik.

8.    Guru tidak terbiasa melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills).

9.    Guru tidak memanfaatkan gawai yang dimiliki oleh peserta didik pada kegiatan pembelajaran yang inovatif.

Faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi latar belakang praktik ini sesuai dengan kajian literatur dan wawancara teman sejawat sebagai berikut.

Herlina Yasin (2018:130) mengemukakan faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis teks laporan observasi ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor siswa dan faktor guru itu sendiri. Faktor siswa adalah kecenderungan kurang berimajinasi, menuangkan ide dalam tulisannya. Kekurangan tersebut mengakibatkan siswa belum mampu menulis teks laporan hasil observasi sesuai dengan struktur laporan hasil observasi, yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam menentukan judul, membuat definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat, serta membuat paragraf yang baik disertai dengan penulisan ejaan yang tepat. Sedangkan faktor guru adalah kurangnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran terutama dalam menentukan model pembelajaran yang tepat sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik yang kurang memadai.

https://www.researchgate.net/publication/349889535_Peningkatan_Kemampuan_Menulis_Teks_Laporan_Hasil_Observasi_Melalui_Penerapan_Discovery_Learning_Pada_Siswa_Kelas_X_IPS_4_SMA_Negeri_1_Gorontalo_Tahun_Pelajaran_2016-2017

Wardiana (dalam Yuli 2018:574) berpandangan bahwa siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Prestasi yang diraih akan lebih baik apabila mempunyai minat belajar tinggi. Untuk memiliki minat belajar yang tinggi, ada beberapa faktor yang dapat menumbuhkembangkannya seperti motivasi, perhatian, dan bahan pelajaran dan sikap guru.

Alam, Yuli. (2018). Dampak Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMK PGRI 1 Palembang, 574-591. Diakses 18 November 2022, dari jurnal.um-palembang.ac.id

 

Wawancara teman sejawat

Pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi belum maksimal disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

-  Guru membutuhkan waktu persiapan yang lama sebelum dilaksanakan pembelajaran.

-  Guru membutuhkan kerja ekstra untuk membuat media pembelajaran yang inovatif.

 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

Praktik ini penting untuk dibagikan karena saya meyakini bahwa banyak guru mengalami kondisi permasalahan pembelajaran yang serupa dengan yang saya alami. Praktik ini dapat menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru profesional. Bagi teman sejawat, praktik ini dapat dijadikan referensi dan alternatif solusi ketika menemukan masalah yang sama dengan yang saya alami. Bagi pihak sekolah atau praktisi pendidikan, praktik ini penting dibagikan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil kebijakan sebagai solusi atas permasalahan yang kerap dialami guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.

 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab Anda dalam praktik ini?

Peran dan tanggung jawab saya pada praktik ini adalah bertanggungjawab dalam proses pembelajaran secara keseluruhan dengan menggunakan metode, media, dan model    pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Saya harus menguasai seluruh komponen  yang berkaitan dengan proses pembelajaran mulai dari tujuan, metode, materi, alat pembelajaran (media), dan evaluasi. Melalui penguasaan komponen tersebut, saya memiliki peran dan tanggungjawab dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator harus mampu mendesain pembelajaran yang menyenangkan menggunakan model dan media pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk aktif mengikuti seluruh proses pembelajaran.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?

Berdasarkan kajian literatur dan hasil wawancara, penyebab tidak tercapainya tujuan pembelajaran adalah:

1. Motivasi peserta didik rendah dan tidak antusias mengikuti pembelajaran.

2. Hasil belajar peserta didik rendah karena sulit menentukan judul, membuat definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat.

3. Peserta didik tidak mampu membuat paragraf dengan penulisan ejaan yang tepat.

4. Peserta didik tidak aktif dalam kegiatan presentasi hasil proyek observasi.

5. Sarana dan prasarana kurang mendukung sehingga guru kesulitan dalam menentukan ruangan belajar yang representatif dalam pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model project based learning.

6. Penggunaan media digital sulit dilaksanakan karena alat-alat tidak siap pakai dan guru harus mempersiapkannya secara mandiri.

 

Dari penyebab di atas, tantangan yang dihadapi oleh guru   sebagai berikut:

1.  Kesiapan guru guru untuk melaksanakan pembelajaran belum menumbuhkan motivasi peserta didik agar aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

2.  Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik peserta didik.

3.  Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik bagi peserta didik.

4.  Pemilihan teknik pembelajaran yang variatif sehingga peserta didik merasa tertarik dan antuasias  dalam mengikuti pembelajaran.

5.  Guru harus professional dalam menciptakan kondisi kelas yang representatif.

6.  Guru harus mahir dalam pemanfaatan teknologi yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif.

 

Berdasarkan tantangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi guru terkait dengan kompetensinya yakni kemampuan pedagogik dan profesional sedangkan dari peserta didik yakni motivasi belajar.

 

Siapa saja yang terlibat?

Untuk melaksanakan kegiatan ini perlu adanya sinergi antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru sebagai fasilitator, rekan sejawat, dan peserta didik.

1.      Kepala sekolah ikut memberikan dukungan dan ijin pelaksanaan praktik pembelajaran.

2.      Wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana memberikan fasilitas berupa alat-alat yang dibutuhkan dan ketersediaan ruang yang representatif dalam proses pembelajaran project based learning.

3.      Guru sebagai fasilitator pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model project based learning.

4.      Rekan sejawat membantu pengambilan dokumentasi video pada saat praktik pembelajaran.

5.      Peserta didik X TKR 2 sebagai subjek pembelajaran.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan adalah:

1.    Pemilihan model pembelajaran

a.    Strategi yang dilakukan guru yaitu memilih menggunakan model pembelajaran PjBL dengan teknik diskusi kelompok, tanya jawab dan penugasan.

b.    Proses yang dilakukan yaitu dengan memahami sintaks model apakah sesuai dengan indikator, tujuan pembelajaran, dan memahami materi pembelajaran secara faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif.

c.     Sumber daya yang diperlukan yaitu jaringan internet, laptop, buku tentang model pembelajaran inovatif dan buku siswa Bahasa Indonesia  kelas X.

2.    Pemilihan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.

a.    Strategi yang dilakukan guru yaitu memilih media pembelajaran yang mudah dipahami peserta didik dengan memanfaatkan gambar gambar, video youtube yang sesuai dengan cakupan materi yang ditayangkan dalam bentuk slide powerpoint.

b.    Proses yang dilakukan yaitu dengan mencari gambar atau video yang relevan dengan materi yang akan dipelajari oleh peserta didik.

c.    Sumber daya yang diperlukan yaitu kemampuan guru dalam mengaitkan atau menghubungkan apakah gambar atau video tersebut sudah sesuai dengan materi pembelajaran.

 

3.    Penentuan waktu yang ideal untuk pelaksanaan pembelajaran.

a.    Strategi yang dilakukan guru dengan menggunakan kelas terpilih (X TKR 2) dengan jadwal pelajaran yang disepakati menggunakan ruang kelas semi terbuka dengan pencahayaan yang cukup dan memungkinkan praktik mengajar dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).

b.    Proses yang dilakukan dengan memberikan informasi kepada peserta didik bahwa pada pertemuan yang telah disepakati akan dilakukan pengambilan video pembelajaran di kelas yang telah ditentukan.

c.    Sumber daya yang diperlukan yaitu pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

 

4.    Pelaksanaan pembelajaran

a.    Strategi yang dilakukan guru yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan tahapan-tahapan kegiatan yang disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran yang dipilih dan didesain oleh guru dalam RPP.

b.    Proses yang dilakukan yaitu merancang kegiatan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan model pembelajaran yang terpilih dan menyediakan LKPD untuk membimbing kegiatan siswa agar aktif dalam pembelajaran.

c.    Sumber daya yang diperlukan yaitu kemampuan guru dalam merancang dan menyusun setiap kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar lebih termotivasi dan aktif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, guru melakukan pendekatan secara personal dan melakukan pembimbingan terhadap peserta didik yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

 

Siapa saja yang terlibat?

Pada proses kegiatan pembelajaran ini, guru sebagai pihak yang mendesain pembelajaran melibatkan wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana untuk berkoordinasi terkait dengan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran yang akan digunakan. Setelah itu, guru bersinergi dengan teman sejawat untuk membantu dalam menunjang pembelajaran agar berjalan dengan baik dan lancar. Guru juga melakukan pendekatan secara personal terutama terhadap peserta didik yang tidak aktif untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan?

1.    Penggunaan model pembelajaran PjBL dengan kegiatan yang berpusat pada peserta didik berdampak pada meningkatnya motivasi peserta didik yang lebih aktif dan dapat meningkatkan  pola berpikir kritis dan analisis dibandingkan dengan saat guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan metode ceramah yang monoton. Selain itu, model pembelajaran ini dapat memberikan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan baru yang mengendap dalam ingatan jangka panjang peserta didik.

2.    Penggunaan media pembelajaran berbasis TPACK dalam bentuk video yang ditampilkan dalam slide powerpoint memudahkan peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi. Peserta didik lebih bersemangat dan tidak cepat bosan mengikuti pembelajaran. Selain itu, keaktifan dan kemampuan berpikir analisis peserta didik dapat meningkat melalui kegiatan proyek yang mereka kerjakan.

Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa?

Pembelajaran tentang materi mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model pembelajaran project based learning sangat efektif dalam membangun pengetahuan dan keterampilan peserta didik melalui kegiatan investigasi secara mandiri yang peserta didik lakukan. Ketika peserta didik mengalami kesulitan, guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik mengerjakan proyek. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek ini dapat secara efektif meningkatkan kolaborasi antarsiswa pada kegiatan yang bersifat kerja kelompok. Peserta didik yang lebih memiliki kemampuan dalam mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dapat menjadi tutor sebaya.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model pembelajaran project based learning dapat secara efektif menumbuhkan sikap positif dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Praktik pembelajaran ini diikuti oleh peserta didik kelas X TKR 2 sejumlah 36 orang. Pada penilaian sikap yang meliputi religius, kerja sama dan tanggung jawab, sebanyak 34 orang (95%) memiliki sikap khidmat dalam berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, sebanyak 32 orang (90%) mampu bekerja sama dalam kelompok, dan 28 orang (77%) memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Penilaian pada ranah pengetahuan, sebanyak 28 peserta didik (79%) dapat tuntas belajar melampaui KKM (75) yang ditentukan. Penilaian pada ranah keterampilan, sebanyak 27 orang (75%) telah menunjukkan ketuntasan belajar dan melampaui KKM (75) yang telah ditentukan.

 

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan?

Pembelajaran menggunakan strategi tersebut mendapatkan respon positif dari lingkungan sekitar yaitu dari peserta didik dan teman sejawat. Respon tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1.     Peserta didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka dapat terlibat secara aktif. Selain itu, peserta didik merasa mendapatkan pengalaman baru. Peserta didik juga merasa tertantang dengan proyek pembuatan video laporan hasil observasi yang dapat mereka gunakan sebagai konten youtube pada kanal mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan refleksi yang guru lakukan pada akhir pembelajaran.

2.     Teman sejawat merespon bahwa proses pembelajaran secara keseluruhan berlangsung dengan baik dan lancar. Guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan menjadikan peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan menulis dan berbicara.

 

Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan?

Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan dari penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan dalam rancangan RPP yang telah dibuat.

 

Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut?

Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran menggunakan model pembelajaran project based learning yang sesuai dengan indikator materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Selain itu, guru dapat memperoleh pengalaman dalam mengaktifkan pembelajaran di kelas.