LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik
(Best Practice) Menggunakan Metode Star
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
SMKN 1 Krangkeng Indramayu |
|
Lingkup Pendidikan |
Sekolah Menengah Kejuruan |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Meningkatkan kemampuan peserta didik mengonstuksikan
teks laporan hasil observasi dengan model project based learning. |
|
Penulis |
Kukuh Dwi Lukito |
|
Tanggal |
10 Januari 2023 |
|
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa
praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung
jawab Anda dalam praktik ini. |
Kondisi yang menjadi latar belakang
masalah: Kondisi yang menjadi latar belakang praktik ini dipengaruhi
oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal: 1. Motivasi belajar peserta didik
rendah pada pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi. 2. Penalaran peserta didik rendah dalam mengeksplorasi
ide dan gagasan pada materi mengonstruksikan teks laporan hasil observasi. 3. Peserta didik tidak mampu menganalisis,
mempresentasikan, menyajikan, membuat, dan mempraktikkan materi pembelajaran.
4. Peserta didik tidak mampu
menyelesaikan tugas pada jangka waktu yang telah ditetapkan oleh guru. 5. Peserta didik tidak mampu berbicara
pada saat presentasi di depan kelas. Faktor eksternal: 6. Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran. 7. Guru tidak menggunakan media pembelajaran untuk
meningkatkan konstentrasi belajar peserta didik. 8. Guru tidak terbiasa melaksanakan pembelajaran yang
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order
Thinking Skills). 9. Guru tidak memanfaatkan gawai yang
dimiliki oleh peserta didik pada kegiatan pembelajaran yang inovatif. Faktor internal dan faktor eksternal yang menjadi latar belakang
praktik ini sesuai dengan kajian literatur dan wawancara teman sejawat sebagai
berikut. Herlina
Yasin (2018:130) mengemukakan faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis
teks laporan observasi ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor siswa dan
faktor guru itu sendiri. Faktor siswa adalah kecenderungan kurang
berimajinasi, menuangkan ide dalam tulisannya. Kekurangan tersebut
mengakibatkan siswa belum mampu menulis teks laporan hasil observasi sesuai
dengan struktur laporan hasil observasi, yang ditandai dengan ketidakmampuan
dalam menentukan judul, membuat definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi
manfaat, serta membuat paragraf yang baik disertai dengan penulisan ejaan
yang tepat. Sedangkan faktor guru adalah kurangnya kreativitas guru dalam
proses pembelajaran terutama dalam menentukan model pembelajaran yang tepat
sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik yang kurang memadai. Wardiana (dalam Yuli 2018:574) berpandangan bahwa
siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan melakukan kegiatan lebih banyak
dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam
belajar. Prestasi yang diraih akan lebih baik apabila mempunyai minat belajar
tinggi. Untuk
memiliki minat belajar yang tinggi, ada beberapa faktor yang dapat
menumbuhkembangkannya seperti motivasi, perhatian, dan bahan pelajaran dan
sikap guru. Alam, Yuli. (2018). Dampak Minat Belajar Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Pada SMK PGRI 1 Palembang, 574-591. Diakses
18 November 2022, dari jurnal.um-palembang.ac.id Wawancara teman sejawat Pemanfaatan media
pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi
belum maksimal disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: - Guru membutuhkan waktu persiapan yang lama sebelum dilaksanakan
pembelajaran. -
Guru membutuhkan kerja ekstra untuk membuat media pembelajaran yang inovatif. Mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan? Praktik
ini penting untuk dibagikan karena saya meyakini bahwa banyak guru mengalami
kondisi permasalahan pembelajaran yang serupa dengan yang saya alami. Praktik
ini dapat menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk meningkatkan kompetensi
sebagai guru profesional. Bagi teman sejawat, praktik ini dapat dijadikan referensi
dan alternatif solusi ketika menemukan masalah yang sama dengan yang saya
alami. Bagi pihak sekolah atau praktisi pendidikan, praktik ini penting
dibagikan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil kebijakan
sebagai solusi atas permasalahan yang kerap dialami guru dalam proses
kegiatan belajar mengajar. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab Anda dalam
praktik ini? Peran dan tanggung jawab saya pada praktik ini adalah bertanggungjawab
dalam proses pembelajaran secara keseluruhan dengan menggunakan metode, media,
dan model pembelajaran yang
tepat dan inovatif sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Saya harus
menguasai seluruh komponen yang
berkaitan dengan proses pembelajaran mulai dari tujuan, metode, materi, alat
pembelajaran (media), dan evaluasi. Melalui
penguasaan komponen tersebut, saya memiliki peran dan tanggungjawab dalam
menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Selain itu,
guru berperan sebagai fasilitator harus mampu mendesain pembelajaran yang
menyenangkan menggunakan model dan media pembelajaran yang dapat memotivasi peserta
didik untuk aktif mengikuti seluruh proses pembelajaran. |
|
Tantangan
: Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai
tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? |
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai
tujuan tersebut? Berdasarkan kajian literatur dan hasil wawancara, penyebab
tidak tercapainya tujuan pembelajaran adalah: 1. Motivasi peserta didik rendah
dan tidak antusias mengikuti pembelajaran. 2. Hasil belajar peserta
didik rendah karena sulit menentukan judul, membuat definisi umum, deskripsi
bagian, dan deskripsi manfaat. 3. Peserta didik tidak mampu
membuat paragraf dengan penulisan ejaan yang tepat. 4. Peserta didik tidak aktif
dalam kegiatan presentasi hasil proyek observasi. 5. Sarana dan prasarana
kurang mendukung sehingga guru kesulitan dalam menentukan ruangan belajar
yang representatif dalam pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil
observasi dengan model project based learning. 6. Penggunaan media digital sulit
dilaksanakan karena alat-alat tidak siap pakai dan guru harus mempersiapkannya
secara mandiri. Dari penyebab di atas, tantangan yang
dihadapi oleh guru sebagai berikut: 1.
Kesiapan guru guru untuk
melaksanakan pembelajaran belum menumbuhkan motivasi peserta didik agar aktif
dalam mengikuti proses pembelajaran. 2.
Pemilihan model pembelajaran yang
tepat dan sesuai
dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik peserta didik. 3.
Pemilihan media pembelajaran yang
tepat dan menarik bagi peserta didik. 4.
Pemilihan teknik pembelajaran yang
variatif sehingga peserta didik merasa tertarik dan antuasias dalam mengikuti pembelajaran. 5.
Guru harus professional dalam
menciptakan kondisi kelas yang representatif. 6.
Guru harus mahir dalam pemanfaatan
teknologi yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan tantangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang
dihadapi guru terkait dengan kompetensinya yakni kemampuan pedagogik dan
profesional sedangkan dari peserta didik yakni motivasi belajar. Siapa saja yang terlibat? Untuk
melaksanakan kegiatan ini perlu adanya sinergi antara kepala sekolah, wakil
kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, guru sebagai fasilitator, rekan
sejawat, dan peserta didik. 1.
Kepala sekolah ikut memberikan
dukungan dan ijin pelaksanaan praktik pembelajaran. 2.
Wakil kepala sekolah bidang sarana
dan prasarana memberikan fasilitas berupa alat-alat yang dibutuhkan dan
ketersediaan ruang yang representatif dalam proses pembelajaran project based
learning. 3.
Guru sebagai fasilitator pembelajaran
mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model project based
learning. 4.
Rekan sejawat membantu pengambilan
dokumentasi video pada saat praktik pembelajaran. 5.
Peserta didik X TKR 2 sebagai
subjek pembelajaran. |
|
Aksi
: Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi
tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa
saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah
yang dilakukan untuk menghadapi tantangan adalah: 1. Pemilihan
model pembelajaran a. Strategi
yang dilakukan guru yaitu memilih menggunakan model pembelajaran PjBL dengan
teknik diskusi kelompok, tanya jawab dan penugasan. b. Proses
yang dilakukan yaitu dengan memahami sintaks model apakah sesuai dengan
indikator, tujuan pembelajaran, dan memahami materi pembelajaran secara
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. c. Sumber
daya yang diperlukan yaitu jaringan internet, laptop, buku tentang model pembelajaran
inovatif dan buku siswa Bahasa Indonesia kelas X. 2. Pemilihan
media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. a.
Strategi yang dilakukan guru yaitu
memilih media pembelajaran yang mudah dipahami peserta didik dengan
memanfaatkan gambar gambar, video youtube yang sesuai dengan cakupan
materi yang ditayangkan dalam bentuk slide powerpoint. b.
Proses yang dilakukan yaitu dengan
mencari gambar atau video yang relevan dengan materi yang akan dipelajari
oleh peserta didik. c.
Sumber daya yang diperlukan yaitu
kemampuan guru dalam mengaitkan atau menghubungkan apakah gambar atau video
tersebut sudah sesuai dengan materi pembelajaran. 3. Penentuan
waktu yang ideal untuk pelaksanaan pembelajaran. a. Strategi
yang dilakukan guru dengan menggunakan kelas terpilih (X TKR 2) dengan jadwal
pelajaran yang disepakati menggunakan ruang kelas semi terbuka dengan
pencahayaan yang cukup dan memungkinkan praktik mengajar dengan model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL). b. Proses
yang dilakukan dengan memberikan informasi kepada peserta didik bahwa pada
pertemuan yang telah disepakati akan dilakukan pengambilan video pembelajaran
di kelas yang telah ditentukan. c. Sumber
daya yang diperlukan yaitu pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan waktu yang
ditentukan. 4. Pelaksanaan
pembelajaran a. Strategi
yang dilakukan guru yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan dan berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan
tahapan-tahapan kegiatan yang disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran
yang dipilih dan didesain oleh guru dalam RPP. b. Proses
yang dilakukan yaitu merancang kegiatan pembelajaran dalam RPP sesuai dengan
model pembelajaran yang terpilih dan menyediakan LKPD untuk membimbing
kegiatan siswa agar aktif dalam pembelajaran. c. Sumber
daya yang diperlukan yaitu kemampuan guru dalam merancang dan menyusun setiap
kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik agar lebih
termotivasi dan aktif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta
didik. Selain itu, guru melakukan pendekatan secara personal dan melakukan
pembimbingan terhadap peserta didik yang kurang aktif dalam mengikuti
pembelajaran. Siapa saja yang terlibat? Pada
proses kegiatan pembelajaran ini, guru sebagai pihak yang mendesain pembelajaran
melibatkan wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana untuk
berkoordinasi terkait dengan ruang kelas dan fasilitas pembelajaran yang akan
digunakan. Setelah itu, guru bersinergi dengan teman sejawat untuk membantu
dalam menunjang pembelajaran agar berjalan dengan baik dan lancar. Guru juga
melakukan pendekatan secara personal terutama terhadap peserta didik yang
tidak aktif untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran. |
|
Refleksi
Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang
dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain
terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan
atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari
keseluruhan proses tersebut |
Bagaimana dampak dari aksi dari
Langkah-langkah yang dilakukan? 1. Penggunaan
model pembelajaran PjBL dengan kegiatan yang berpusat pada peserta didik berdampak
pada meningkatnya motivasi peserta didik yang lebih aktif dan dapat
meningkatkan pola berpikir kritis dan
analisis dibandingkan dengan saat guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional
dan metode ceramah yang monoton. Selain itu, model pembelajaran ini dapat memberikan
pengalaman, pengetahuan dan keterampilan baru yang mengendap dalam ingatan
jangka panjang peserta didik. 2. Penggunaan
media pembelajaran berbasis TPACK dalam bentuk video yang ditampilkan dalam slide
powerpoint memudahkan peserta didik dalam mempelajari dan memahami
materi. Peserta didik lebih bersemangat dan tidak cepat bosan mengikuti
pembelajaran. Selain itu, keaktifan dan kemampuan berpikir analisis peserta
didik dapat meningkat melalui kegiatan proyek yang mereka kerjakan. Apakah hasilnya efektif? Atau
tidak efektif? Mengapa? Pembelajaran tentang
materi mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model
pembelajaran project based learning sangat efektif dalam membangun pengetahuan dan keterampilan peserta didik melalui
kegiatan investigasi secara mandiri yang peserta didik lakukan. Ketika
peserta didik mengalami kesulitan, guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing
peserta didik mengerjakan proyek. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek
ini dapat secara efektif meningkatkan kolaborasi antarsiswa pada kegiatan
yang bersifat kerja kelompok. Peserta didik yang lebih memiliki kemampuan
dalam mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dapat menjadi tutor
sebaya. Dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran mengonstruksikan teks laporan hasil observasi dengan model
pembelajaran project based learning dapat secara efektif menumbuhkan
sikap positif dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Praktik
pembelajaran ini diikuti oleh peserta didik kelas X TKR 2 sejumlah 36 orang. Pada
penilaian sikap yang meliputi religius, kerja sama dan tanggung jawab,
sebanyak 34 orang (95%) memiliki sikap khidmat dalam berdoa sebelum dan
sesudah pembelajaran, sebanyak 32 orang (90%) mampu bekerja sama dalam kelompok,
dan 28 orang (77%) memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dengan
tepat waktu. Penilaian pada ranah pengetahuan, sebanyak 28 peserta didik (79%)
dapat tuntas belajar melampaui KKM (75) yang ditentukan. Penilaian pada ranah
keterampilan, sebanyak 27 orang (75%) telah menunjukkan ketuntasan belajar
dan melampaui KKM (75) yang telah ditentukan. Bagaimana respon orang lain
terkait dengan strategi yang dilakukan? Pembelajaran
menggunakan strategi tersebut mendapatkan respon positif dari lingkungan
sekitar yaitu dari peserta didik dan teman sejawat. Respon tersebut dapat
diuraikan sebagai berikut: 1. Peserta
didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka
dapat terlibat secara aktif. Selain itu, peserta didik merasa mendapatkan
pengalaman baru. Peserta didik juga merasa tertantang dengan proyek pembuatan
video laporan hasil observasi yang dapat mereka gunakan sebagai konten youtube
pada kanal mereka. Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan refleksi yang
guru lakukan pada akhir pembelajaran. 2. Teman
sejawat merespon bahwa proses pembelajaran secara keseluruhan berlangsung
dengan baik dan lancar. Guru dapat mengkondisikan kelas dengan baik dan
menjadikan peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan menulis
dan berbicara. Apa yang menjadi
faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari
strategi yang dilakukan? Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan dari
penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media pembelajaran
dan langkah langkah pelaksanaan dalam rancangan RPP yang telah dibuat. Apa pembelajaran
dari keseluruhan proses
tersebut? Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan
kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih
kreatif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran menggunakan model
pembelajaran project based learning yang sesuai dengan indikator materi pembelajaran
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Selain itu, guru
dapat memperoleh pengalaman dalam mengaktifkan pembelajaran di kelas. |
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)

.jpeg)
