Selasa, 02 Agustus 2011
pendidikan karakter
Alam Tak Ambang Jadi Guru
oleh: Bowo Sugiharto
Anda mungkin sudah hafal prinsip-prinsip dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu prinsip pelaksanaan KTSP adalah alam takambang jadi guru. Di sana disertai dengan sedikit penjelasan bahwa semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh, dan teladan.
Saya hanya akan sedikit mengkaitkan prinsip tersebut di atas dengan prinsip yang ke-2 yang saya garis bawahi dengan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Sekarang populer dengan sebutan PAKEM, atau bahkan ada yang menambahkan satu lagi predikat yang dilekatkan pada proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yaitu "inovatif" sehingga lengkaplah menjadi PAIKEM (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif sekaligus Menyenangkan). Lantas dimana letak keterkaitan antara "alam takambang jadi guru" dengan "PAKEM atau PAIKEM"?
Alam merupakan sumber belajar yang tak terbatas. Kemampuan guru untuk mencermati dan memanfaatkan fenomena alam sebagai sumber belajar merupakan hal terpenting untuk dapat menerapkan prinsip pelaksanaan kurikulum KTSP di atas. Pembelajaran yang menekankan pencapaian kompetensi bukan hanya simbol atau predikat hasil belajar rasanya tepat jika pembelajaran bersifat kontekstual. Berkaitan dengan sumber belajar yang tak terbatas tersebut membutuhkan kemampuan guru untuk mengelolanya dalam menghadirkan di dalam kelas.
Pengelolaan sumber belajar sehingga menyebabkan siswa mampu menangkap esensi pelajaran, mengkonstruksi pengetahuan, serta menumbuhkan kompetensi merupakan keterampilan yang dibutuhkan oleh guru. Di sinilah, proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif sekaligus menyenangkan dapat diwujudkan. Semakin sedikit jarak antara pengetahuan dengan fakta di alam semakin bagus pembelajaran dijalankan. Dengan kata lain, pembelajaran semacam ini juga bisa disebut sebagai pembelajaran yang kontekstual.
Pembelajaran kontekstual tidak hanya menekankan pada pemahaman secara literal tetapi lebih mengutamakan keterakaitannya dengan fakta ilmiah di alam. Sebenarnya banyak fakta di alam yang terdapat di sekitar kita selama ini kurang disadari oleh guru dapat dijadikan sebagai sumber belajar, untuk mendukung pemahaman pengetahuan secara literal sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar